ILMU TAKHRIJ HADITS PDF

Selain itu takhrij juga bisa memiliki arti sama dengan al-istinbath, al-tadrib, dan al-taujih. Maknanya juga bisa dari makna al-ikhraj yang sama dengan al-ibraz dan al-idzhar. Adapun secara terminology ilmu hadits takhrij adalah menunjukkan keberadaan suatu hadits di dalam kitab-kitab yang merupakan sumber utama hadits dengan mencantumkan sanad, kemudian menjelaskan tingkatan-tingkatanya ketika dibutuhkan. Secara global metode-metode sebagai berikut: a.

Author:Kajilrajas Nelar
Country:Pakistan
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):16 January 2018
Pages:259
PDF File Size:16.79 Mb
ePub File Size:5.68 Mb
ISBN:882-7-23778-216-6
Downloads:30133
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Golticage



Kepada-Nya kita memuji dan bersyukur, memohon pertolongan dan ampunan. Kepada-Nya pula kita memohon perlindungan dari keburukan diri dan syaiton yang selalu menghembuskan kebatilan. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh SWT, maka tak seorang pun dapat menyesatkannya dan barangsiapa disesatkan oleh-Nya maka tak seorang pun dapat memberi petunjuk kepadanya. Sholawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, juga pada orang-orang yang senantiasa mengikuti sunnah- sunnahnya.

Banyak sekali kekurangan penulis dalam menyusun makalah ini baik menyangkut isi atau yang lainnya, mudah- mudahan semua itu dapat menjadi suatu pembelajaran bagi penulis agar lebih meningkatkan kualitas makalah ini di masa yang akan datang. Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan dan Kegunaan Definisi Takhrij Hadits Sejarah dan Pengenalan Kitab — Kitab Takhrij Metode Takhrij Tujuan dan Manfaat Takhrij Dalam rangka untuk mengetahui apakah suatu hadits yang kita terima merupakan hadits yang sahih, hasan ataupun daif, sehingga memudahkan kita untuk mengamati hadits tersebut.

Apakah hadits maqbul atau mardud, kegiatan takhrij hadits sangatlah penting. Serta akan menguatkan keyakinan kita untuk mengamalkan hadits tersebut. Dalam hal ini kita bersama-sama akan membahas tentang cara penyampaian hadits takhrij hadits. Perumusan Masalah 1. Apa pengertian dari Takhrij Hadits? Bagaimana sejarah perkembangan dan apa saja kitab-kitab yang memuat tentang Takhrij Hadits? Bagaimana metode dalam men takhrij hadits? Apa saja tujuan dan kegunaan dari Takhrij Hadits?

Tujuan Dan Kegunaan 1. Dapat mengetahui definisi Takhrij Hadits. Dapat mengetahui sejarah perkembangan dan kitab-kitab dalam men takhrij hadits. Dapat mengetahui metode-metode dalam men takhrij hadits.

Definisi Takhrij Hadits Takhrij menurut bahasa memiliki beberapa makna. Definisi takhrij hadits telah mengalami tahap-tahap perkembangan sebagi berikut: 1. Pada tahap pertama takhrij berarti penyebutan hadits- hadits dengan sanadnya masing-masing. Terkadang menitik beratkan pada masalah sanadnya atau pada msalah matan. Pada tahap kedua istilah takhrij berkembang menjadi penyebutan hadits-hadits dengan sanadnya yang berbeda dengan sanad yang adapada kitab hadits sebelumnya.

Pada tahap ketiga, dimana hadits-hadits telah di koleksi dalam kitab-kitab hadits istilah takhrij bermakna perujukan riwayat-riwayat hadits kepada kitab-kitab yang ada. Sinonim dan ikhraj, yakni seorang rawi mengutarakan suatu hadits dengan menyebutkan sumber keluarnya pemberita hadits tersebut. Mengeluarkan hadits-hadits dari kitab-kitab, kemudian sanad-sanadnya disebutkan.

Menukil hadits dari kitab-kitab sumber diwan hadits dengan menyebut mudawinnya serta dijelaskan martabat haditsnya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan, bahwa takhrij meliputi kegiatan : a. Periwayatan penerimaan, perawatan, pentadwinan, dan penyampaian hadits.

Penukilan hadits dari kitab-kitab asal untuk dihimpun dalam suatu kitab tertentu. Mengutip hadits-hadits dari kitab-kitab fan tafsir, tauhid, fiqh, tasawuf, dan akhlak dengan menerangkan sanad- sanadnya. Membahas hadits-hadits sampai diketahui martabat kualitas maqbul-mardudnya. Utang Ranuwijaya menyimpulkan bahwa dalam pentakhrijan hadits ada dua hal yang mesti dilakukan: 1. Memberikan kwalitas hadits apakah hadits itu sohih atau tidak.

Peniliaian ini dilakukan andaikata diperlukan. Artinya, bahwa penilaian kwalitas suatu hadits dalam mentakhrij hadits tidak selalu harus dilakukan. Kegiatan ini hanya melengkapi kegiatan takhrij tersebut. Sebab, dengan diketahhui dari mana hadits itu diperoleh sepintas dapat dilihat sejauh mana kwalitasnya. Sejarah dan Pengenalan Kitab — Kitab Takhrij 1. Sejarah Ilmu Takhrij Ulama-ulama terdahulu belum begitu membutuhkan ilmu takhrij hadits ini, khususnya ulama yang berada pada awal abad kelima, karena Allah memberi karunia kepada mereka suka menghafal dan banyak mengkaji kitab-kitab yang bersanad yang menghimpun hadits-hadits Nabi SAW.

Keadaan ini terus berlanjut sampai beberapa abad, hingga tradisi kecintaan terhadap hafalan dan kajian kitab-kitab hadits serta sumber rujukan pokoknya menjadi lemah. Ketika tradisi ini lemah, para ulama selanjutnya mulai menemui kesulitan untuk mengetahui sumber suatu hadits yang terdapat dalam Kitab Fiqih Tafsir dan Tarikh, maka muncullah segolongan ulama yang mulai melakukan Takhrij hadits terhadap karya-karya ilmu tersebut dan menjelaskan 8 kedudukan hadits itu apakah statusnya shohih.

Hasan atau dhoif. Waktu itulah muncul kutub at-takhrij kitab- kitab takhrij. Diantara kitab yang terkenal adalah: a. Pengenalan kitab-kitab takhrij Berikut adalah kitab-kitab takhrij yang termasyhur. Kitab ini merupakan kitab fikih Hanafi, sedangkan kitab takhrij ini merupakan yang paling luas dan yang paling dikenal dibanding kitab takhrij lainnya. Semarang :Pustaka Rizki Putra, Dalam melakukan takhrij, seseorang memerlukan kitab- kitab tertentu yang dapat dijadikan pegangan atau pedoman sehingga dapat melakukan kegiatan takhrij secara mudah dan mencapai sasaran yang dituju.

Metode Takhrij Di dalam melakukan takhrij, ada lima metode yang dapat dijadikan sebagai pedoman, yaitu: 1. Takhrij Berdasarkan Perawi Sahabat Metode ini adalah metode dengan cara mengetahui nama sahabat yang meriwayatkan hadits, adapun kitab-kitab pembantu dari metode ini adalah: a. Al-Masanid musnad-musnad. Dalam kitab ini disebutkan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh setiap sahabat secara tersendiri.

Selama kita sudah mengetahui nama sahabat yang meriwayatkan hadits, maka kita mencari hadits tersebut dalam kitab ini hingga mendapatkan petunjuk dalam satu musnad dari kumpulan musnad tersebut. Kitab-kitab Al-Atraf. Kebanyakan kitab al-atraf disusun berdasarkan musnad-musnad para sahabat dengan urutan nama mereka sesuai huruf kamus.

Susunan hadits di dalamnya berdasarkan urutan musnad para sahabat atau syuyukh guru-guru sesuai huruf kamus hijaiyah. Dengan mengetahui nama sahabat dapat memudahkan untuk merujuk haditsnya. Kelebihan metode ini adalah bahwa proses takhrij dapat diperpendek.

Akan tetapi, kelemahan dari metode ini adalah ia tidak dapat digunakan dengan baik, apabila perawi yang hendak diteliti itu tidak diketahui. Takhrij Melalui Lafadz Pertama Matan Hadits Metode takhrij hadits menurut lafadz pertama, yaitu suatu metode yang berdasarkan pada lafadz pertama matan hadits, sesuai dengan urutan huruf-huruf hijaiyah dan alfabetis, sehingga metode ini mempermudah pencarian hadits yang dimaksud.

Metode ini mempunyai kelebihan dalam hal memberikan kemungkinan yang besar bagi seorang mukharrij untuk menemukan hadits-hadits yang dicari dengan cepat. Akan tetapi, metode ini juga mempunyai kelemahan yaitu, apabila terdapat kelainan atau perbedaan lafadz pertamanya sedikit saja, maka akan sulit untuk menemukan hadits yang dimaksud. Takhrij Melalui Kata-Kata dalam Matan Hadits Metode ini adalah metode yang berdasarkan pada kata- kata yang terdapat dalam matan hadits, baik berupa kata benda ataupun kata kerja.

Dalam metode ini tidak digunakan huruf-huruf, tetapi yang dicantumkan adalah bagian haditsnya sehingga pencarian hadits-hadits yang dimaksud dapat diperoleh lebih cepat. Penggunaan metode ini akan lebih mudah manakala menitik beratkan pencarian hadits berdasarkan lafadz — lafadznya yang asing dan jarang penggunaanya. Penggunaan metode ini dalam mentakhrij suatu hadits dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: Langkah pertama, adalah menentukan kata kuncinya yaitu kata yang akan dipergunakan sebagai alat untuk mencari hadits.

Sebaiknya kata kunci yang dipilih adalah kata yang jarang dipakai, karena semakin asing kata tersebut akan semakin mudah proses pencarian hadits. Setelah itu, kata tersebut dikembalikan kepada bentuk dasarnya.

Di bawah kata kunci tersebut akan ditemukan hadits yang sedang dicari dalam bentuk potongan-potongan hadits tidak lengkap. Metode ini memiliki beberapa kelebihan yaitu; Metode ini mempercepat pencarian hadits dan memungkinkan 13 pencarian hadits melalui kata-kata apa saja yang terdapat dalam matan hadits. Selain itu, metode ini juga memiliki beberapa kelemahan yaitu; Terkadang suatu hadits tidak didapatkan dengan satu kata sehingga orang yang mencarinya harus menggunakan kata-kata lain.

Takhrij Berdasarkan Tema Hadits Metode ini berdasarkan pada tema dari suatu hadits. Oleh karena itu untuk melakukan takhrij dengan metode ini, perlu terlebih dahulu disimpulkan tema dari suatu hadits yang akan di — takhrij dan kemudian baru mencarinya melalui tema itu pada kitab-kitab yang disusun menggunkan metode ini. Dari keterangan diatas jelaslah bahwa takhrij dengan metode ini sangat tergantung kepada pengenalan terhadap tema hadits.

Metode ini memiliki kelebihan yaitu : Hanya menuntut pengetahuan akan kandungan hadits, tanpa memerlukan pengetahuan tentang lafadz pertamanya. Akan tetapi metode ini juga memiliki berbagai kelemahan, terutama apabila kandungan hadits sulit disimpulkan oleh seorang peneliti, sehingga dia tidak dapat menentukan temanya, maka metode ini tidak mungkin diterapkan.

Tujuan dan Manfaat Takhrij Tujuan takhrij hadits bertujuan mengetahui sumber asal hadits yang di takhrij. Tujuan lainnya adalah mengetahui ditolak atau diterimanya hadits-hadits tersebut. Dengan cara 14 ini, kita akan mengetahui hadits-hadits yang pengutipannya memperhatikan kaidah-kaidah ulumul hadits yang berlaku sehingga hadits tersebut menjadi jelas, baik asal-usul maupun kualitasnya.

Dalam melakukan takhrij tentunya ada tujuan yang ingin dicapai. Tujuan pokok dari Takhrij yang ingin dicapai seorang peneliti adalah: 1. Mengetahui eksitensi suatu hadits apakah benar suatu hadits yang ingin diteliti terdapat dalam buku-buku hadits atau tidak. Mengetahui sumber otentik suatu hadits dari buku hadits apa saja.

Mengetahui ada berapa tempat hadits tersebut dengan sanad yang berbeda di dalam sebuah buku hadits atau dalam beberapa buku induk hadits. Faedah dan manfaat takhrij cukup banyak di antaranya yang dapat dipetik oleh yang melakukannya adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui referensi beberapa buku hadits, dengan takhrij seseorang dapat mengetahui siapa perawi suatu hadits yag di teliti dan di dalam kitab hadits apa saja hadits tersebut di dapatkan.

Menghimpun sejumlah sanad hadits,dengan takhrij seseorang dapat menemukan sebuah hadits yang akan diteliti di sebuah atau beberapa buku induk hadits, misalnya terkadang di beberapa tempat di dalam kitab Al-bukhari saja,atau di dalam kitab- kitab lain.

Dengan demikian ia akan menghimpun sejumlah sanad. Mengetahui keadaan sanad yang bersambung dan yang terputus dan mengetahui kadar kemampuan perawi dalam mengingat hadits serta kejujuran dalam periwayatan. Mengetahui status suatu hadits. Meningkatkan suatu hadits yang dhoif menjadi hasan li ghayrihi karena adanya dukungan sanad lain yang seimbang atau lebih tinggi kualitasnya.

ETU EBA 2012 PDF

ILMU TAKHRIJ HADITS PDF

Saturday, 6 August Ilmu Takhrij al-Hadith Ilmu takhrij hadith adalah ilmu yang begitu penting untuk mendapatkan sumber asal sesuatu hadith. Kadangkala kita temui sesuatu hadith yang tiada sumbernya, maka hadith tersebut tidak diketahui status sama ada sahih, hasan, daif atau palsu. Menerusi ilmu takhrij hadith, kesemua kategori hadith-hadith tersebut dapat dikenal pasti. Ilmu takhrij hadith adalah satu ilmu yang dipelajari di universiti-universiti sama ada di Malaysia atau di negara-negara luar. Dengan yang demikian, ilmu ini dibincangkan di peringkat universiti-universiti yang menunjukkan betapa pentingnya ilmu ini. Ketiga-tiga pengarang ini dipilih kerana mereka datang dari universiti yang berbeza yang membicarakan mengenai ilmu takhrij hadith. Istilah Takhrij Menurut Mahmud Tahhan, takhrij ialah penunjukan kepada sumber asal sesuatu hadith, di mana sumber asal tersebut mempunyai sanad hadith.

EN LA CARRETERA EL ROLLO MECANOGRAFIADO ORIGINAL PDF

Kepada-Nya kita memuji dan bersyukur, memohon pertolongan dan ampunan. Kepada-Nya pula kita memohon perlindungan dari keburukan diri dan syaiton yang selalu menghembuskan kebatilan. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh SWT, maka tak seorang pun dapat menyesatkannya dan barangsiapa disesatkan oleh-Nya maka tak seorang pun dapat memberi petunjuk kepadanya. Sholawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, juga pada orang-orang yang senantiasa mengikuti sunnah- sunnahnya. Banyak sekali kekurangan penulis dalam menyusun makalah ini baik menyangkut isi atau yang lainnya, mudah- mudahan semua itu dapat menjadi suatu pembelajaran bagi penulis agar lebih meningkatkan kualitas makalah ini di masa yang akan datang.

ASSIM FALOU ZARATUSTRA PDF

Bila ia mengakhirinya dengan kata akhrajahul muslim berarti hadits tersebut terdapat dalam kitab Shahih Muslim. Makanya dari faktor ini, kegiatan penelitian hadits takhrij dilakukan. Dari dukungan tersebut, jika terdapat pada bagian perawi tingkat pertama yaitu tingkat sahabat maka dukungan ini dikenal dengan syahid. Dengan demikian, kegiatan penelitian takhrij terhadap hadits dapat dilaksanakan dengan baik jika seorang peneliti dapat mengetahui semua asal-usul matarantai sanad dan matannya dari sumber pengambilannya. Akan tetapi untuk menelusuri hadits tidak cukup hanya satu kitab koleksi, tetapi dari berbagai kitab koleksi hadits lainnya. Hal ini terjadi mengingat banyaknya para kolektor yang telah membuat kitab koleksi mereka masing-masing, sehingga menjadi penyebab sulitnya hadits ditelusuri sampai pada sumber asalnya lantaran terhimpun dalam banyak kitab. Ada beberapa kitab yang diperlukan untuk melakukan takhrij hadits.

G6A 274P PDF

Ilham Pranadya Sakti I. Definisi dan kegunaan takhrij hadits Takhrij menurut bahasa memiliki beberapa makna. Maka secara bahasa takhrij adalah : Terhimpunnya dua perkara yang berlawanan dalam satu masalah1. Sedangkan secara istilah takhrij berarti : Penjelasan keberadaan sebuah hadits dalam berbagai referensi hadits utama dan penjelasan otentisitas serta validitasnya. Yang dimaksud referensi hadits utama pada hal diatas adalah semua tipologi kodifikasi hadits yang penyusunnya mendatangkan hadits tersebut dengan sanad sendiri.

Related Articles