KLASIFIKASI IKLIM OLDEMAN PDF

Manfaat Iklim Oldeman Pengertian Iklim Oldeman Iklim Oldeman merupakan hasil dari klasifikasi yang didasarkan pada kriteria dari berbagai cakupan yang terdapat pada bulan-bulan di antaranya bulan basah dan bulan kering atau dengan kata lain adalah bulan turun hujan yang di turunkan secara berturut- turut. Hal ini tergolong klasifikasi bahkan memiliki kriteria yang sering digunakan dalam membuat sistem baru yang dihubungkan dengan menggunakan unsur iklim hujan. Karena kreteria ini berdasarkan pada kriteria bulan-bulan basah dan bulan-bulan kering saja. Dalam perhitungan bulan basah dan bulan kering memiliki batasan peluang dari kebutuhan air atau tanaman namun klasifikasi ini tetap berguna untuk keperluan lahan pertanian dan membuat sistem baru yang di dasari dari berbagai konsep. Konsepnya : Konsep Bulan Basah BB : Bulan dengan rata-rata curah hujan lebih dari mm dari permukaan laut Konsep Bulan Lembab BL : Bulan dengan rata-rata curah hujan mm dari permukaan daratan Konsep Bulan Kering BK : Bulan dengan rata-rata curah hujan kurang dari mm dari permukaan rawah Oldeman telah mendapatkan hasil klasifikasi iklim ini sehingga dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan pertanian seperti pada permulaan masa tanam serta intensitas penanaman.

Author:Akimi Meztile
Country:Burma
Language:English (Spanish)
Genre:Relationship
Published (Last):16 November 2005
Pages:23
PDF File Size:12.97 Mb
ePub File Size:18.52 Mb
ISBN:637-7-77094-992-2
Downloads:36519
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Goltirisar



Namun demikian untuk keperluan praktis klasifikasi ini cukup berguna terutama dalam klasifikasi lahan pertanian tanaman pangan di Indonesia. Klasifikasi iklim ini diarahkan kepada tanaman pangan seperti padi dan palawija. Dibandingkan dengan metode lain, metode ini sudah lebih maju karena sekaligus memperhitungkan unsur cuaca lain seperti radiasi matahari dikaitkan dengan kebutuhan air tanaman.

Oldeman membuat sistem baru dalam klasifikasi iklim yang dihubungkan dengan pertanian menggunakan unsur iklim hujan. Ia membuat dan menggolongkan tipe-tipe iklim di Indonesia berdasarkan pada kriteria bulan-bulan basah dan bulan-bulan kering secara berturut-turut.

Kriteria dalam klasifikasi iklim didasarkan pada perhitungan bulan basah BB , bulan lembab BL dan bulan kering BK dengan batasan memperhatikan peluang hujan, hujan efektif dan kebutuhan air tanaman.

Konsepnya adalah: Padi sawah membutuhkan air rata-rata per bulan mm dalam musim hujan. Palawija membutuhkan air rata-rata per bulan 50 mm dalam musim kemarau.

Bulan Basah BB : Bulan dengan rata-rata curah hujan lebih dari mm Bulan Lembab BL : Bulan dengan rata-rata curah hujan mm Bulan Kering BK : Bulan dengan rata-rata curah hujan kurang dari mm Selanjutnya dalam penentuan klasifikasi iklim Oldeman menggunakan ketentuan panjang periode bulan basah dan bulan kering berturut-turut. Tipe utama klasifikasi Oldeman dibagi menjadi 5 tipe yang didasarkan pada jumlah pada jumlah bulan basah berturut-turut.

Sedangkan sub divisinya dibagi menjadi 4 yang didasarkan pada jumlah bulan kering berturut-turut. Tipe A : Bulan-bulan basah secara berturut-turut lebih dari 9 bulan. Tipe B : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 7 sampai 9 bulan. Tipe C : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 5 sampai 6 bulan. Tipe D : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 3 sampai 4 bulan. Tipe E : Bulan-bulan basah secara berturut-turut kurang dari 3 bulan.

Tabel 1. Tipe Utama.

ALEX NUMBERLAND PDF

Komentar Terbaru

Menghitung iklim Schmidt Ferguson Klasifikasi Oldeman juga sering dikenal dengan sebutan zona agroklimat. Contohnya curah hujan mm per bulan sangat cocok untuk budidaya padi basah. Sementara palawija cocok ditanam pada bulan dengan curah hujan mm. Musim hujan selama 5 bulan berturut-turut cukup untuk dilakukan budidaya padi sawah dalam satu musim.

AFOOT AND AFIELD IN SAN DIEGO PDF

Klasifikasi Iklim Lengkap : Koppen, Schmidt - Fergusson, Oldeman

Hal ini mengingat, jika digunakan harga rerata masing-masing bulan adanya bulan basah dan bulan kering yang tiap tahun bergeser kemungkinan sekali tidak nampak pada harga rerata bulan basah. Berdasarkan besarnya nilai Q, Schmidt dan Fergusson menentukan tipe hujan di Indonesia, yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Klasifikasi iklim menurut Schmidt-Fergusson II. Klasifikasi Koppen Dasar klasifikasi Koppen adalah rerata curah hujan dan temperatur bulanan maupun tahunan.

Related Articles